Naskah Kuno Peninggalan Jaman Dulu Di Kebudayaan Sasak.
NASKAH KUNO PENINGGALAN JAMAN DULU DIKEBUDAYAAN SASAK
OLEH : FORTUNA SYAHNA SYAQILLAH
Naskah kuno,seringkali kita mendengarkan kata-kata itu di setiap pelajaran sejarah di sekolah maupun diperkuliahan. kebetulan di blog ini saya ingin bercerita tentang peerjalanan saya dan teman teman saya dalam mencari naskah kuno di kebudayaan sasak mataram NTB. sebelumnya kita sudah tau kalo jaman sekarang sudah menjadi jaman modern sehingga peninggalan jaman dulu sangat susah untuk ditemukan, untuk menemukan peninggalan jaman dulu kalo tidak di museum ya di tempat-tempat pelosok atau di kampung-kampung yang terdalam. peninggalan-peninggalan nenek moyang kita itu berbeda-beda, ada yang berbentuk tulisan, benda pusaka, gambar-gambar dan lain-lain. kebetulan di sini saya ingin mengetahui lebih dalam tentang naskah kuno yang berada di kebudayaan sasak mataram NTB, sebenarnya saya bukan asli orang sasak atau orang mataram tetapi saya ingin tau lebih dalam tentang peninggalan-peninggalan nenek moyang kita pada jaman dulu di kebudayaan sasak ini. pada hari senin tepatnya pada tanggal 21 oktober 2019 saya dan ketiga teman kuliah saya pergi mencari informasi dimana letak peninggalan nenek moyang yang masih bertahan sampai sekarang ini, saya dan ketiga teman saya sudah mendapatkan informasi bahwa peninggalan nenek moyang itu terdapat di daerah KLU atau Lombok Utara. kami pun langsung menuju ke KLU dengan 2 sepedah motor.
Diperjalana karena saya belum pernah sama sekali pergi ke KLU jadinya saya tidak tahu jalan ke KLU itu sebagus atau seburuk apa. kami melewati jalur pusuk yang kebetulan hari itu lagi padat-padatnya kendaraan truk,fuso, mobil pribadi,motor, mobil travel dan mobil mobil lainnya berjalan di jalan pusuk tersebut. pokoknya dijalan itu padat sekali dan jalannya itu kecil, menanjak ya namanya juga naik gunung ya guys hehe, dan banyak tikungan tajamnya. demi apapun selama perjalanan itu ngantuk sekali bawaannya pengen tidur ajaa karena udara yang sejuk dan indah. kami menempuh perjalan dari mataram ke KLU sekitar 2-3 jam, sesampainya di tujuan kami di sambut dengan ramah oleh pemilik rumah, dan kami pun menyampaikan maksud dan tujuan kami datang kesini. setelah berbincang-bincang dengan pemilik rumah, lalu orang yang kami tunggu-tunggu itu telah tiba.
Perkenalkan nama pemilik kitab/naskah kuno ini adalah Amak Sekenep, kalo di daerah sasak beliau biasa dipanggil bapuk, usia bapuk adalah 80 tahun dan tinggal di desa yang bernama sokog lombok utara. bapuk menyimpan naskah kuno ini sejak umur 15 tahun, ketika itu bapuk masih remaja dan jaman dulu masih jaman penjajahan. naskah ini berasal dari orang jawa, jaman dulu bapuk memerikan bawang kepada orang jawa sebagai buah tangan untuk meraka pulang ke tanahnya, untuk membalas kebaikan bapuk orang jawa itu memberikan bapuk naskah jawanya yang biasa di sebut dengan kitab. naskah tersebut berasal dari jawa yang berisi tentang agama tauhid kisah Nabi Adam a.s dan st.Hawa. di desa sokong mereka menyakini bahwa naskah tersebut bisa memberikan sebuah anak bagi ibu-ibu yang belum mempunyai anak dengan cara membaca naskah tersebut dan meberinya minuman yang berisi bunga, setelah itu air tersebut dibasahkan di naskah kuno yang sudah dibaca dan beberapa bulan kemudian setelah ibu melahirkan anaknya pada hari aqikah sang anak naskah tersebut dibacakan kembali agar mengingat kembali ritual sebelumnya.
Setelah lama berbincang dengan bapuk saya dan ketiga teman-teman saya menyempatkan untuk berfoto dengan bapuk. semoga naskah kuno ini bisa diwariskan diketurunan bapuk selanjutnya amiin. setelah berfoto kami pun berpamitan pulang dikarenakan hari sudah mulai sore tak disangka kami diberi buah mangga oleh bapuk untuk dibawa pulang, hmm sungguh bahagianya haha. akhirnya saya dan teman saya pulang melewati jalan senggigi karena kami tidak berani pulang melewati jalan pusuk yang sangat ramai. dan selama diperjalanan saya melihat banyak sekali pohon jambu mente kebetulan saya suka sekali jambu mente saya dan teman saya sesekali berhenti untuk mengambil jambu mente dan berfoto di perjalanan yang sangat indah.
Sekian cerita pengalaman saya mencari keberadaan naskah kuno, semoga bermanfaat. dan jangan lupa untuk selalu cinta kebudayaan masing-masing. salam budya :)


Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusBermanfaat sekali la😍
BalasHapusKeren la👍
BalasHapusBagus la
BalasHapusTulisannya bagus dan bermanfaat buat org banyak. Tetap semangat dan tetap berkarya otuun 😍😍
BalasHapusKalian sangat baik dalam hal bekerja sama tapi tidak baik mengambil jambu mente di pohon orang☹️ dan yang membuat saya kesal knapa ga bagi bagi dapet mangga gratisan? Kan saya juga mauu😩
BalasHapusTapi cerita ini bagus sangat menghibur 🥰🥰🥰
Sangat bermanfaat sekali
BalasHapusKeren👍
BalasHapusWadidawwww mantepp manteppp 💪💪
BalasHapusSangat membantu tuna🙏
BalasHapusMantap. Ini bisa membantu kita mengetahui naskah peninggalan leluhur. Kembangkan Mbaq.😀
BalasHapusSemoga bermanfaat
BalasHapusSangat menarik artikelnya laa
BalasHapusSemoga bermanfaat
BalasHapus